OPTIMALISASI PUBLIKASI DIGITAL MAN KOTA BATU

https://gln.kemdikbud.go.id/

Dewasa ini internet merambah dalam setiap bidang sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Interconnection-networking memiliki fasilitas bernama Word wide web yang merupakan sistem informasi dengan pendekatan hypertext. Internet pada madrasah dimanfaatkan sebagai media publikasi informasi, komunikasi, administrasi dan kegiatan literasi. Penggunaan internet sebagai publikasi digital dinilai efektif dan sebagai bentuk dukungan terhadap konsep paperless. Konsep ini sebagai upaya mengurangi penggunaan kertas atau tidak menggunakan kertas sama sekali. Hasil survie pengguna internet tahun 2019-2020 (Q2) yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia menunjukkan jumlah pengguna internet di Indonesia sebesar 73,7% dari populasi atau 196.714.07,3. Pertumbuhan dari tahun sebelumnya sebesar 8,9% atau setara dengan 25.537.353,5 pengguna internet, sedangkan pertumbuhan populasi tahun 2019 sebesar 1,03%. Pengguna internet semakin meningkat diharapkan sebanding lurus dengan kemampuan dan kecakapan terkait literasi digital untuk memperoleh informasi dan penggunaan media digital.
Literasi sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia merupakan kemampuan individu dalam mengolah informasi dan pengetahuan untuk kecakapan hidup. Gerakan Literasi Nasional (GLN) membagi literasi mengategorikan menjadi literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi finansial, literasi digital, dan literasi budaya dan kewarganegaraan. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Batu berupaya menumbuhkan budaya literasi pada warga madrasah dan masyarakat sekitarnya dengan membentuk Tim Gerakan Literasi Madrasah (GELEM). Gelem merupakan usaha komprehensif untuk mewujudkan madrasah sebagai bentuk masyarakat pembelajar terdiri dari semua warga madrasah.
Gerakan literasi sudah berjalan lama dengan istilah sebelumnya Gerakan Literasi Sekolah (GELIS) Madrasah Aliyah Negeri Kota Batu. Literasi memiliki program tersusun yang dirasakan manfaatnya bagi warga madrasah dan masyarakat. Publikasi digital gerakan literasi madrasah sangat penting dengan tujuan menyajikan literasi menarik yang dapat dimanfaatkan masyarakat luas dan optimal. Akses sebuah informasi yang efektif dan efisien dinilai sangat penting dan dapat menyaring informasi yang benar dan kredibel. Literasi digital menjadi sejalan dengan publikasi digital mengingat adanya aspek pengetahuan dan kecakapan yang melibatkan bidang digital. Literasi digital sendiri merupakan pengetahuan dan kecakapan dalam penggunaan media, alat-alat komunikasi digital untuk menggunakan, membuat informasi, dan evaluasi. Pemanfaatnya bersifat sehat, bijak, cerdas, cermat, tepat, dan patuh hukum dalam komunikasi dan interaksi.
Publikasi dengan pemanfaatan website dan media sosial sebagai sarana penyalur informasi kepada masyarakat luas dirasa sangat efektif dibandingkan media cetak. Pentingnya publikasi digital terkait pengetahuan dan informasi sebagai upaya meramaikan internet dengan hal positif baik di website ataupun sosial media. Publikasi digital dengan informasi yang faktual, aktual dan kredibel akan membantu peserta didik untuk tidak mempercayai berita hoax. Bahaya berita hoax sangat berdampak kurang baik terutama bagi peserta didik berusia remaja. Berdasarkan hasil survei wabah hoax nasional 2019 yang dilaksanakan Masyarakat Telematika Indonesia (mastel.id) tema berita hoax tiga teratas sering tersebar terkait sosial politik 93,2%, SARA 76,20%, dan pemerintah 61,70%. Bentuk berita hoax sering diterima masyarakat tiga kategori teratas berbentuk tulisan 70,7%, repost berita/foto/video lama 69,20%, dan foto dengan caption palsu 66,3%. Saluran penyebar hoax pada masyarakat tiga kategori teratas yakni sosial media 92,40%, aplikasi chatting 62,80%, dan website 34,90%. Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) di lansir dalam Sindonews, mencatat bulan Januari sampai Agustus 2020 terdapat 1.028 berita hoax terkait Covid-19. Komarudin Hidayat di lansir dalam CCN Indonesia mengatakan momok dari penyebaran berita bohong atau hoax tak ubahnya seperti peredaran narkotik dan pornografi. Bila dibiarkan, kata dia, berita hoax bisa membahayakan dan merugikan masyarakat.
Pendidikan keluarga sebagai pendidikan utama peserta didik menjadikan fondasi awal. Pendidikan formal dan non-formal sebaiknya menanamkan pendidikan karakter, cara berfikir kritis dan komputasi sebagai bekal peserta didik. Memulai meramaikan internet dengan hal positif yang memuat nilai pendidikan dan fakta-fakta yang dapat dipertanggung jawabkan. Tiga tahapan literasi secara umum juga diimplementasi dalam literasi digital di Madrsah Aliyah Negeri (MAN) Kota Batu. Tiga tahap literasi digital yakni tahap pembiasaan penggunaan teknologi dan informasi, tahap pengembangan dengan mengarahkan peserta didik untuk pemanfaatan dan pengembangan teknologi dan tahap pembelajaran berbasis informasi teknologi.
berikut alamat publikasi digital MAN Kota Batu:
Website: https://mankotabatu.sch.id/
Facebook: @mankotabatuofficial
Instagram: @mankotabatu
Youtube: MAN Kota Batu Official
email: manbatu@kemenag.go.id dan literasimakoba@gmail.com
Madrasah Hebat Bermartabat!

Related Posts:

0 Response to "OPTIMALISASI PUBLIKASI DIGITAL MAN KOTA BATU"

Post a Comment