A. Kebangkitan Bangsa Timur (Nasionalisme Asia)
1. Pengertian nasionalisme
- Nasionalisme berarti paham kebangsaan yang bertumpu pada kejayaan masa lalu, sekaligus paham yang menolak penjajahan demi negara yang bersatu dan berdaulat.
- Dalam pengertian modern, nasionalisme berarti kesamaan kewarganegaraan semua etnis dan budaya dalam satu bangsa.
- Nasionalisme bangsa Timur lahir sebagai reaksi terhadap kolonialisme dan imperialisme pada abad ke-20.
2. Interkoneksi bangsa-bangsa Asia
- Komunitas Jawi (Makkah): Makkah menjadi pusat kehidupan keagamaan Indonesia pada abad ke-19. Ulama dan pelajar Nusantara belajar dan bertemu gagasan pembaruan, lalu menyebarkannya lewat pesantren, surau, dan dayah. Tokohnya antara lain Abd al-Shamad al-Palimbani, Nawawi al-Bantani, dan Ahmad Khatib al-Minangkabawi. Murid-murid Ahmad Khatib membaca majalah al-Urwah al-Wusqa dan tafsir al-Manar karya Muhammad Abduh.
- Mahatma Gandhi (India): lahir 2 Oktober 1869 dan melawan Inggris tanpa kekerasan. Satyagraha berarti “kekuatan jiwa”. Swadeshi berarti memakai produk dalam negeri agar tidak bergantung pada Inggris.
- Sun Yat Sen (Cina): mendirikan organisasi revolusioner untuk menggulingkan Dinasti Qing. Ia menulis Tiga Prinsip Rakyat (nasionalisme, demokrasi, penghidupan rakyat) dan menjadi presiden pertama Republik Tiongkok (1911-1912).
- Jose Rizal (Filipina): sastrawan dan reformis yang melawan Spanyol lewat tulisan. Ia membentuk Liga Filipina (1892) dan dihukum mati 30 Desember 1896, tetapi semangatnya memicu gerakan yang lebih radikal.
3. Poin penting: gagasan kebangsaan sering tumbuh dari pertemuan dengan bangsa lain, bahkan dari mereka yang berada jauh dari tanah air (“nasionalisme transnasional”).
B. Munculnya Embrio Kebangsaan dan Nasionalisme Indonesia
1. Faktor pendorong
- Kebanggaan pada kejayaan masa lalu (Sriwijaya dan Majapahit yang pernah menyatukan wilayah luas).
- Islam sebagai agama mayoritas dan simbol perlawanan terhadap kekuasaan asing.
- Penjajahan Belanda.
- Pendidikan Barat yang melahirkan elite baru yang sadar bahwa mereka dijajah.
- Volksraad (1918) yang mempertemukan elite bumiputera dari berbagai daerah dan menumbuhkan rasa senasib.
2. Organisasi pergerakan (bagian ini memakai catatan sejarah umum, lihat catatan di akhir)
- Boedi Oetomo (1908): organisasi modern pertama, digagas pelajar STOVIA. Tanggal berdirinya, 20 Mei, diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.
- Sarekat Dagang Islam (1911) yang berkembang menjadi Sarekat Islam, organisasi massa dengan anggota luas.
- Indische Partij (1912): partai pertama yang terang-terangan menuntut Hindia merdeka, dipelopori Douwes Dekker, Tjipto Mangunkusumo, dan Suwardi Suryaningrat.
- Setelah Perang Dunia I muncul organisasi dengan arah lebih politik, misalnya Perhimpunan Indonesia (pelajar di Belanda) dan PNI (1927).
3. Peran pers dan sastra: surat kabar seperti Soenting Melayoe menjadi sarana menyebarkan cita-cita kemajuan dan kebangsaan.
4. Kongres Pemuda II dan Sumpah Pemuda (27-28 Oktober 1928)
- Pemuda dari berbagai daerah berikrar: satu tanah air, satu bangsa, satu bahasa persatuan, yaitu Indonesia.
- Lagu Indonesia Raya pertama kali diperdengarkan di kongres ini.
5. Kongres Perempuan Indonesia (22-25 Desember 1928, Yogyakarta)
- Wadah perempuan dari berbagai organisasi untuk memperjuangkan pendidikan, perkawinan, dan peran perempuan dalam kebangsaan.
- Tanggal pembukaannya diperingati sebagai Hari Ibu.
C. Akhir Masa Negara Kolonial Belanda
1. Perang Dunia I dan dampaknya: perang di Eropa mengguncang tatanan dunia, memicu kebangkitan bangsa Timur, dan mendorong tuntutan perwakilan seperti pembentukan Volksraad.
2. Wabah Flu Spanyol (1918): menyebar ke Hindia Belanda lewat jalur pelayaran dan perdagangan. Pemerintah menerbitkan buku sosialisasi pemberantasan penyakit, dan wabah ini menjadi sorotan surat kabar masa itu.
3. Krisis ekonomi global (Depresi Besar, 1929): harga komoditas ekspor jatuh, perkebunan dan perusahaan menekan biaya, banyak pekerja kehilangan pekerjaan, dan rakyat menghadapi kemiskinan serta kelaparan.
4. Perang Dunia II dan runtuhnya Hindia Belanda
- Jepang bergerak cepat menguasai Asia Tenggara.
- Perundingan di Kalijati (Subang), 8 Maret 1942, menandai penyerahan Belanda kepada Jepang dan berakhirnya negara kolonial Hindia Belanda.
Poin Refleksi
- Kemerdekaan tidak lahir tiba-tiba. Ia tumbuh dari gagasan, organisasi, pers, dan persatuan lintas daerah.
- Tokoh-tokoh Asia menunjukkan bahwa perjuangan bisa ditempuh lewat tulisan, pendidikan, dan perlawanan tanpa kekerasan, bukan hanya senjata.

